INTEGRASI PONSEL

Buat Nokia Corporation, eksistensinya menguasai pangsa pasar telepon seluler dunia banyak hal yang akan terjadi, berbagai perubahan akan terus-menerus memengaruhi berbagai perkembangan mulai dari sisi teknologi sampai pola bisnis. Kita pun sudah melihat berbagai fitur teknologi mampu menarik konsumen untuk memiliki gadget yang paling baru.

Ponsel seperti iPhone buatan Apple, misalnya, mampu menggoyahkan industri ponsel untuk mengatur strategi baru, menggabungkan berbagai peluang yang sekarang tersedia, mulai dari fenomena kebutuhan konsumen akan ponsel yang murah dan terjangkau sampai ke jaringan internet yang menjadi medium baru untuk berbisnis.

Antti Vasara, Senior Vice President and General Manager Mobile Devices Business Unit, Enterprise Solutions Nokia Corporation, dalam percakapan dengan Kompas dua pekan lalu mengatakan, ada tiga unsur yang akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan industri ponsel pada masa yang akan datang, yakni perangkat, jasa, dan pengalaman konsumen menggunakannya. “Dengan unsur-unsur ini, kita akan menjadi besar, atau ketendang tidak memiliki pangsa pasar,” kata Vasara.

Teknologi layar sentuh sebenarnya tergantung dari perangkat lunak yang mengendalikan ponsel seperti pada jenis personal digital assistant (PDA) tertentu. Fenomena iPhone, teknologi layar sentuhnya sangat intuitif, menjadikan iPhone sangat bersahabat tanpa perlu terlalu banyak membuka buku panduan penggunaan.

Layar sentuh

Nokia sendiri mencangkokkan teknologi layar sentuh pada beberapa produknya, seperti Nokia 770 (lihat Kompas 16/10/2006), Nokia 800, dan produk terbarunya, Nokia N810 yang memiliki papan ketik QWERTY. Semua produk layar sentuh Nokia ini menggunakan sistem operasi Linux Maemo dan tidak memiliki teknologi seluler walaupun bisa melakukan percakapan teleponi menggunakan fitur VoIP (Voice over IP).

Memang menjadi sebuah pertanyaan, sebenarnya ponsel jenis apa yang sangat diinginkan konsumen? Berbagai pendekatan dilakukan untuk memenuhi selera konsumen ini, mulai dari faktor bentuk, ketebalan, hingga fitur teknologi. Sepertinya, tidak ada satu ponsel tunggal yang benar-benar ingin dimiliki oleh semua konsumen, seperti yang terjadi pada industri elektronik lainnya.

Antti Vasara sendiri membaginya berdasarkan kepentingan perusahaan besar, perusahaan kecil dan menengah, serta apa yang disebutnya sebagai konsumen profesional yang membedakan dengan konsumen biasa menggunakan ponsel sebagai perangkat percakapan saja. Semua ini akan menjadi sebuah kesatuan yang menarik, kata Vasara, ketika sistem unified communications terintegrasi dan menjadi fitur biasa yang lazim digunakan konsumen seperti halnya SMS.

“Dari waktu ke waktu kita melihat bahwa akan sangat mudah untuk berbicara bagi para konsumen di mana saja sehingga unified communications pun akhirnya akan menjadi sesuatu yang bergerak (mobile), di mana mobile internet akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” katanya.

Nokia E51

Vasara berada di Indonesia juga untuk memperkenalkan produk terbaru Nokia E51, sebuah perangkat ponsel dalam lingkup kategori ponsel untuk bisnis. Berbentuk candybar, E51 memiliki ketebalan 12 milimeter dan dilengkapi dengan tombol pintas (short cut key) untuk melakukan navigasi pada perangkat ponsel ini.

Yang menarik dari E51 adalah semua fitur dan kemampuannya sama seperti Nokia E90 Communicator dan sangat bertenaga untuk melakukan berbagai aktivitas pada ponsel mungil dengan dimensi 114 mm x 46 mm x 12 mm. Fitur yang dimiliki ponsel ini pun setara dengan Nokia E90, termasuk HSDPA, Wi-Fi, Bluetooth, dan kemampuannya untuk terkoneksi dengan berbagai teknologi push e-mail.

Fitur lain yang juga sangat menarik dari Nokia E51 adalah kemampuannya untuk terintegrasi dengan sistem teleponi perusahaan (PBX), memungkinkan untuk menjadi ponsel terbaru Nokia ini sebagai salah satu extension, melakukan percakapan konferensi, serta menjadikannya sebagai teleponi internet VoIP.

Dengan berat 100 gram dan waktu bicara selama 4 jam, E51 juga memiliki kemampuan multimedia dengan kamera digital 2 megapiksel. Produk ini melengkapi keseluruhan seri E ponsel Nokia yang memang menjadi sulit untuk membedakan antara ponsel untuk keperluan pribadi atau sebagai ponsel yang bisa menyederhanakan pekerjaan sehari-hari.

Antti Vasara, dari Device Business Unit, Nokia Corporation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s